Cara Menentukan DENSITAS DAN BOBOT JENIS Bahan Pangan


"Waton Sinau"
Setiap zat baik padat, cair maupun gas termasuk bahan hasil pertanian memiliki densitas dan bobot jenis. Densitas atau rapat massa (mass density) () suatu bahan merupakan massa bahan per satuan volume.

Satuan SI densitas bahan adalah Kg/m3, orang juga memakai g/cm3. Densitas air adalah sekitar 1000 kg/m3. Sedangkan bobot jenis (Specific Grafity) (sp gr) suatu zat adalah perbandingan rapat zat itu dengan rapat sesuatau zat baku.

Karena sp gr merupakan perbandingan yang tidak berdimensi, maka dalam sistem satuan yang manapun nilainya adalah sama.

Densitas dan bobot jenis bahan – bahan pertanian sangat penting untuk menentukan luas gudang untuk menampung volume tertentu, masalah transportasi dan untuk menilai tingkat kemasakan buah. Hal itu berkaitan dengan hasil pertanian merupakan produk yang tidak tahan lama dan dalam penjualannya sering dilakukan dengan pengemasan, sehingga berhubungan dengan bulk density yang merupakan densitas dari keseluruhan bahan pangan yang terdapat dalam wadah.

TINJAUAN PUSTAKA
Berat jenis adalah berat dibagi volume, sedangkat bobot spesifik ialah berat jenis suatu zat dibagi dengan berat jenis air pada suhu yang sama. Variasi bobot spesifik air susu berkisar antara 1,0135-1,0510 bila diukur pada 60 F/60F. Perusahaan pemerahan yang mempunyai berbagai jenis sapi biasanya mencampur air susu hasil pemerahannya. Oleh karena itu variasi bobot spesifiknya biasanya tidak terlalu besar dan berkisar antara 1,030-1,035 dengan nilai rata-rata antara 1,032 atau 1,0325. Penentuan berat jenis atau bobot spesifik sering menggunakan alat yang dinamakan lactometer. Skala lactometer biasanya merupakan kalibrasi dari berat jenis maupun bobot spesifik. Ada dua tipe lactometer yaitu tipe Quevenne dan The New York Board of health (Adnan, 1984).

Susu merupakan suatu fluida. Kerapatan fluida atau massanya per satuan volume, tidak mempunyai makna yang tepat, sebab jumlah molekul yang menempati volume tertentu terus menerus berubah. Hal ini tidak penting asal satuan volume besar bisa dibandingkan misalnya dengan kubus yang rusuknya sama dengan jarak molekul. Dalam hal ini jumlah molekul di dalam satuan volume itu akan selalu hampir tetap saja, walaupun banyak sekali molekul yang keluar masuk melintasi permukaan batas satuan volume tersebut. Rapat suatu zat cair biasanya menurun sedikit dengan naiknya suhu dan agak bertambah besarnya kalau tekanannya naik. Berat per volume satuan dari suatu fluida disebut berat jenis (specific weight) dan besarnya sama dengan g. Berat jenis sangat berguna dalam masalah tekanan hidrostatik (White, 1988)

Bobot jenis (Specific Grafity) (sp gr) suatu zat adalah perbandingan rapat zat itu dengan rapat sesuatu zat baku.

Karena sp gr merupakan perbandingan yang tidak berdimensi, maka dalam sistem satuan yang manapun nilainya adalah sama (Bueche, 1989)

Serealia merupakan biji – bijian dari famili rumput – rumputan (gramine) yang kaya dengan karbohidrat sehingga merupakan makanan pokok manusia, campuran makanan ternak, dan bahan baku industri yang menggunakan sumber karbohidrat. Contoh serealia adalah padi, jagung, gandum, cantle,dan lain – lain. Sedangkan kacang – kacangan merupakan famili Leguminosam atau disebut juga polongan (berbunga kupu-kupu). Contoh kacang – kacangan adalah kacang kedelai, kacang hijau, kacang tanah, dan lain – lain. Jenis kopi, lada dan coklat merupakan hasil pertanian berbentuk biji tapi dari famili lain. Karateristik biji – bijian seperti densitas dan sudut curah selain berguna untuk tujuan industri pengolahan juga merupakan data dasar bagi industri perencanaan atau rancang bangun peralatan pengolahan (Syarief dan Irawati, 1988)

Tomat merupakan salah satu komoditas dari produk hortikultura yang juga merupakan kelompok buah-buahan klimaterik, yaitu kelompok buah – buahan yang mempunyai pola respirasi yang menyimpang. Penyimpangannya yaitu peningkatan pola respirasi yang menyolok sesudah dipanen bersamaan saat pematangan dengan disertai perubahan warna, citarasa dan tekstur yang menyolok (Syarief dan Irawati, 1988)

Berat jenis buah merupakan salah satu indikator kemasakan dan mutu buah. Indikator yang lain adalah warna kulit buah, bentuk dan ukuran dan kelunakan buah. Warna menjadi indikator kemasakan yang paling banyak digunakan karena dapat dengan mudah dilakukan. Prosentase luas permukaan buah yang telah menunjukkan perubahan warna (color index) merupakan salah satu penentuan tingkat kemasakan. Bentuk dan ukuran buah yang terlihat mempunyai isi penuh dan sudut pada kulitnya tidak lagi nyata, merupakan indikator kemasakan buah berdasarkan bentuk dan ukuran Berdasarkan berat jenis yaitu dengan memasukkan buah ke dalam gelas ukur. Hal itu dilakukan untuk mengetahui volume buah tersebut yang merupakan selisih tinggi permukaan air sebelum dan sesudah dimasukkan dalam gelas ukur. Berat jenis merupakan perbandingan massa dengan volume. Pengamatan kelunakan buah dapat dilakukan secara objektif (dengan penetrometer) atau secara subjektif (dengan tekanan ujung jari) (Gardjito, Wardana, 2003).

BAHAN ALAT DAN METODE

1. Alat
a. Timbangan
b. Gelas ukur 1000 ml
c. Laktodensitometer
d. Kuboid
e. Gelas ukur 100 ml
f. Petridish
g. Termometer
h. Jangka sorong
i. Pengaduk

2. Bahan

Susu, Kaca, Gelas Susu, Tinggi, Close Up, Segar, Minum
a. Susu

Jagung, Sayur Sayuran, Biji, Makanan, Kuning, Tanaman
b. Biji – bijian ( jagung, kacang merah, kacang tolo, koro, beras)

Tomat, Musim Panas, Segar, Makanan, Sayuran
c. Buah – buahan (tomat)
d. Aquadest

3. Metode :
a. Menentukan densitas dan bobot jenis bahan pangan berbentuk cairan dengan sample susu berbagai konsentrasi

Bahan
dimasukkan dalam gelas ukur
ditera dengan laktodensitometer
ditentukan densitas dan BJ-nya

b. Menentukan bulk density dan BJ biji-bijian dan tepung-tepungan

ditentukan berat wadah dan volume
diisi sample sampai penuh
ditimbang wadah dan sample
ditentukan bulk density dan BJ-nya

c. Mengetahui pengaruh tingkat kematangan terhadap densitas dan bobot jenis bahan pangan

bahan
ditimbang
dimasukkan pada gelas ukur 1000 ml yang berisi air dengan volume tertentu
dicatat perubahan volume
ditentukan densitas dan BJ-nya
dibandingkan antara buah mentah, setengah masak dan masak


DAFTAR PUSTAKA
Adnan, Moch. 1984. Kimia dan Teknologi Pengolahan Air Susu. Andi Offset. Jakarta.
Bueche, Frederick J. 1989. Fisika Edisi Kedelapan. Erlangga. Jakarta
Gardjito, Murdijati dan Agung Setya Wardana. 2003. Hortikultura, Teknik Analisis Pasca Panen. Transmedia Global Wacana. Yogyakarta.
Syarief, Rizal dan Anies Irawati. 1988. Pengetahuan Bahan untuk Industri Pertanian.PT Mediyatama Sarana Perkasa. Jakarta
White, Frank. W. 1988. Mekanika Fluida Edisi Kedua Jilid 1. Erlangga.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cara Menentukan DENSITAS DAN BOBOT JENIS Bahan Pangan"

Posting Komentar