Penggunaan dan pengelolaan Sesbania pada padi


Sesbania sebangsa leguminosa yang biasa digunakan sebagai pupuk hijau untuk menambah N dan bahan organik ke dalam tanah. Spesies sesbania yang banyak digunakan di Asia adalah Sesbania cannabina (d/h acculeata). S. restrata dan S. rostrata (menghasilkan nodul fiksasi N pada akarnya). S. rostrata (memproduksi bintil fiksasi N pada akar dan batang) banyak ditemukan di Afrika.

Penggunaan Sesbania pada Padi
Bahan organik dan N yang dihasilkan Sesbania membantu memperbaiki tanah dan pertumbuhan tanaman. Pada keadaan tertentu, menanam pupuk hijau lebih murah dan pemulihan sumber N, khususnya bila keadaan infrastruktur dan fasilitas transportasi tidak memadai sehingga pupuk menjadi mahal dan tidak dapat tersedia tepat waktu.

Pengelolaan Sesbania pada padi
Sesbania dapat menghasilkan 80-100 kg N/ha (setara dengan 4-5 t/ha bahan kering Sesbania) dalam waktu sekitar 40 hari dalam musim hari panjang dan dalam 50-60 hari musim hari pendek.

Waktu tanam: Ditanam sebelum atau sesudah padi ketika lahan bera. Sesbania sangat sensisitif terhadap fotoperiod, berbunga dalam sekitar 35 hari selama musim hari panjang dan dalam 125 hari selama musim hari pendek.

Suhu. Sesbania tumbuh bagus pada suhu di atas 25ºC.
Pengolahan lahan. Walaupun Sesbania dapat tumbuh dengan pengolahan tanah minimum, pengolahan lahan sempurna (sekali bajak dengan 2-3 kali garu) akan memberikan pertumbuhan terbaik.

Kebutuhan benih. Bila populasi gulma rendah, benih sesbania dapat disebar sebanyak 30 kg/ha sebelum hujan turun. Tanah diolah dan diairi. Dosis benih dapat dikurangi sampai 16 kg/ha. Berat benih biasanya 14-18 g/100 biji. Untuk meningkatkan perkecambahan (sampai 65 %) dan pertunasan, biji dapat direndam dalam air dengan suhu 100ºC selama 3 detik. Sebagian petani melukai (scarify) benih (sedikit mengupas kulit biji) dengan menumbuk benih dalam karung.

Irigasi: Tanaman tidak memerlukan genangan air, namun irigasi dapat diberikan sewaktu-waktu diperlukan (bila tanah belah/retak dan daun sesbania tampak layu)

Pembenaman. Setelah 45-60 hari, dan sebelum batang mengayu, benamkan sesbania dengan cara antara lain: cacah tanaman agar mudah dibenam melalui pembajakan. Cara yang lebih cepat dan efisien adalah merebahkan tanaman sesbania menggunakan batang kayu yang ditarik ternak, kemudia bajak searah tanaman yang direbahkan tersebut. Hydrotiller efektif digunakan membenamkan biomass sesabania pada lahan berlumpur dalam. Cagewheel berkecepatan tinggi dengan gigi triangular pendek memotongmotong

biomass menjadi serpihan sebelum dibenamkan ke lahan berlumpur. Bila memakai

hydrotiller lahan diairi terlebih dahulu paling tidak 48 jam sebelum pembenaman biomas.

Untuk produksi skala besar, penggunaan traktor 4-roda denga rototiller paling efisien.

Produksi benih. Benih sesbania diproduksi pada saat panjang hari kurang dari 11 jam.

Selama periode tersebut, sesbania berbunga dalam 30-35 hari dan menghasilkan biji 30 hari kemudian. Biji yang dipanen selama musim hujan seringkali kualitasnya rendah karena terserang hama penggerek. Benih dapat juga diproduksi pada lahan marginal, parit atau galengan sawah untuk mengurangi biaya.

Keterbatasan
Kendala sesbania sebagai pupuk hijau :

Produksi benih rendah
Meningkatnya kebutuhan tenaga kerja (mis. untuk membajak dan membenamkan biomasa ke dalam tanah)

Sesbania sensitif terhadap fotoperiod

Masalah hama

Kompetisi dengan tanaman lain akan lahan dan air.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Penggunaan dan pengelolaan Sesbania pada padi"

Posting Komentar