PENGAWETAN RUMPUT (HIJAUAN PAKAN TERNAK) OLEH : DIRI MULYANTO

Bahan pakan adalah segala sesuatu yang diberikan kepada ternak, baik berupa bahan organik atau bahan anorganik yang sebagian atau keseluruhannya dapat dicerna dan tidak mengganggu kesehatan ternak. 
Contoh : bekatul, onggok, dll. 

Zat pakan adalah bagian dari bahan pakan yang dapat dicerna / diserap dan dimanfaatkan oleh tubuh untuk memenuhi kebutuhan hidup pokok maupun produksi. Zat pakan terdiri dari : air, karbohidrat, protein, lemak, mineral dan vitamin. 

Ransum adalah campuran dari dua atau lebih bahan pakan yang disusun sedemikian rupa sehingga mampu memenuhi kebutuhan ternak selama 24 jam. Ransum yang tersusun dari beberapa bahan akan lebih sempurna dari pada satu bahan saja, karena kekurangan zat pakan dari salah satu bahan pakan dapat diisi dari bahan pakan yang lain. 

Konsentrat adalah pakan tambahan yang diberikan untuk melengkapi kekurangan zat pakan / zat gizi yang terdapat dalam hijauan sehingga penampilan produksi ternak lebih baik. Konsentrat Ternak Ruminansia mengandung protein kasar 12 - 14 % dan TDN 65 - 70 %. 

A. Pakan hijauan terdiri dari : 
1.Rumput : 
Rumput Lapangan 
Rumput Unggul : rumput Raja, rumput Gajah, rumput setaria, rumput Kolonjono, rumput Bebe (Brachiaria brizanta) dll 

2.Leguminosa (Kacang-kacangan) : 
Lamtoro, Glirisidia, Turi, Centrosoma, Calopogonium dll 

3.Hijauan Lain : 
Daun Waru, daun nangka dll 

4.Limbah Pertanian : 
Jerami padi, pucuk tebu, rending, jerami jagung dll 

B. Pakan Tambahan (Konsentrat) : 
Bekatul, dedak, ampas tahu, ketela pohon, onggok, bungkil kacang 
Daun singkong : Protein 21-30% (domba :2%BB) 
tepung daun singkong (Itik:10% Ayam broiler:5%Ransum) 
Onggok :sapi perah (5 – 10 kg) ayam ras (5%) TDN>70% 
Bungkil kelapa Protein:21% Sapi(30-50%) Domba s 
Unggas:10% 
Ampas tahu : Protein:23% Sapi 5-10 kg,domba:300 gr/ekr/hr 

C. Pakan Pelengkap : 
Mineral, Vitamin, Urea Molase Block (UMB). 

FUNGSI PAKAN BAGI TERNAK : 
1.Menyediakan energi (tenaga) untuk melangsungkan berbagai proses dalam tubuh. 
2.Menyediakan bahan-bahan untuk membangun dan memperbaiki jaringan tubuh yang aus/ rusak. 
3.Mengatur kelestarian proses-proses dalam tubuh.

Hijauan Makanan Ternak merupakan salah satu bahan makanan ternak ruminansia sangat diperlukan oleh ternak untuk Memenuhi kebutuhan : 
1.Hidup Pokok 
2.Pertumbuhan/ perkembangan ternak dengan baik 
3.Produksi dan produktivitas ternak 

Ketersediaannya harus cukup baik kuantitas , kualitasnya dan kontinyuitas sepanjang tahun. 

Permasalahan : 
•Ketersediaan HPT produksinya tidak tetap, saat musim hujan Hijauan melimpah, saat musim kemarau produksi rendah (kurang sekali) 
•Keterbatasan lahan HPT (belum dikelola dengan baik, berakibat produktivitas belum optimal) 
•Belum tersedia gudang pakan ternak 

Alternatif Pemecahan Masalah : 
•Pengawetan Hijauan Pakan Ternak 
•Penanaman Hijauan Rumput Unggul 
•Pemanfaatan Gudang Pakan Ternak/ Lumbung Pakan 

Pengawetan Hijauan Pakan ternak : 
1.Pembuatan Silase (tidak menurunkan nilai gizi) 
2.Pembuatan HAY (Penyimpanan kering dengan mengurangi kadar air hijauan) 

Hijauan Makanan Ternak : Rumput, Leguminose, limbah pertanian 

Tujuan Pengawetam HMT : 
1.Menampung kelebihan produksi hijauan saat pertumbuhan terbaik (musim penghujan) 
2.Mengatasi kekurangan hijauan di musim kemarau 
3.Memanfaatkan limbah hasil pertanian 

CARA PENGAWETAN HMT : 
1.S I L A S E 
yaitu : HMT disimpan dalam keadaan segar dengan kadar air 60 – 70 % di dalam tempat SILO 
SILO: Tempat penyimpanan HMT dibuat dalam tanah maupun diatas tanah. 

Ada 3 jenis SILO : 
• PIT SILO 
berbentuk sumur dapat diatas/ dibawah tanah atap PIT SILO : rumbia/ genting/ bahan lain 
•TOWER SILO 
SILO berbentuk menara, menjulang diatas tanah 
•TRENCH SILO 
SILO berbentuk parit memanjang 

Pembuatan SILO : 
1.Kapasitas ukuran harus disesuaikan hijauan yang akan diawetkan 
2.SILO letaknya dekat dengan kandang 
3.Pemilihan lokasi SILO pada tanah yang lebih tinggi untuk mencegah genangan air 
4.Dasar SILO miring ke satu sisi sehingga aliran air baik 
5.Tidak boleh kena air hujan secara langsung/ resapan 
6.Drainase yang baik 
7.Bgn Bawah dilapisi plastik (tidak hub. Langsung dg tanah) 
8.Bgn Sudut harus lengkung agar mudah di padatkan 

BAHAN YG DIGUNAKAN : 
•Semua jenis hijauan, rumput lapangan, rumput unggul atau hijauan lain 
•Sebagai bahan pengawet/ media pertumbuhan bakteri 

Misalnya : 
a. Tetes 2,5 – 3,0 kg / 100 kg hijauan 
b. Dedak Halus 5,0 kg / 100 kg hijauan 
c. Onggok 2,5 – 3 kg /100 kg hijauan 
d. Tepung jagung 3,0 – 5,0 kg / 100 kg hijauan 
e. Menir 3,5 – 5,0 kg / 100 kg hijauan 
f. Ampas tahu 7,0 / 100 kg hijauan 

Proses Fermentasi Asam Laktat (An-aerob) 
Pakan Hijauan + Asimilasi 6 H2O + 6 CO2 + 673 Kkal C6H1206 + 6 O2 
Respirasi gula Oksigen sebagai makanan untuk fermentasi anaerob

CARA PEMBUATAN SILASE : 
1.Rumput / hijauan diangin-anginkan 1 malam, dipotong pendek-pendek ukuran 5 cm rapat dan padat 
Tujuan : 
• Meningkatkan volume 
• Percepatan fermentasi asam laktat 
• Penanganan dan pembongkaran menjadi lebih mudah 
• Meningkatkan hasil 
• Mencegah fermentasi kedua aerob saat musim panas 
2. Dimasukkan ke SILO lapis demi lapis sampai rapat 
3. Bhn diisi melebihi permukaan SILO untuk menjaga penyusutan tidak terjadi kecekungan permukaan 
4. Selesai penumpukan bahan, ke dalam SILO ditutup rapat rapat hampa udara (Proses Fermentasi Asam Laktat Anaerob 
5. Biarkan tutup rapat s/d 1,5 bulan 
6. SILO tutup dengan jerami kering, timbun tanah dan padatkan 

CARA PENGAMBILAN SILASE : 
• SILASE yang BAIK 
1. dapat disimpan bertahun-tahun 
2. dapat diambil sedikit demi sedikit sesuai kebutuhan setelah itu ditutup rapat kembali 
3. SILASE yang baru diambil harus diangin-anginkan supaya bau asam hilang, baru diberikan pada ternak 

• Ciri SILASE yang BAIK 
1.Rasa dan bau asam 
2.Warna hijau dan (masih hijau) 
3.Tidak gumpal, tidak berlendir dan tidak berjamur 
4.Tekstur tidak berubah (tekstur hijau jelas) 

Bila SILASE : 
Tekstur tidak jelas/ hancur, berjamur, berlendir busuk warna agak kuning , pahit rasanya, tidak dapat Digunakan SEBAGAI MAKANAN TERNAK

2.HAY adalah : proses pengawetan 
Hijauan makanan ternak yang dipotong dan dikeringkan dan menurunkan kadar air menjadi 15- 20 % dengan melalui pengeringan sinar matahari atau panas buatan 

PEMBUATAN HAY : 

a. Bahan dan alat : 
- Alat Pemotong hijauan 
- Panas matahari/ panas fermentasi 
- HMT (rumput/ leguminosa) di panen umur 40 hari 
- Gudang Penyimpanan Hay 
- Alat pemotongan hijauan 
- Anjang/ Penjemur 150 Cm 

b. Cara Pembuatan : 
Prinsip adalah menurunkan kadar air HMT hingga mencapai 15-20 % dengan cara pemanasan (penjemuran, panas fermentasi 

CARA PEMBUATAN : 
1.Pengeringan Matahari (penjemuran) 
• Hijauan dipotong-potong, ditebarkan tipis pada pelataran pengeringan 
• Hijauan dibalik-balik tiap 1 – 2 jam 
• Pengeringan dilakukan sampai kadar air 15 – 20% atau jika sudah berwarna hijau kekuning-kuningan dan tidak mudah patah bila digenggam dengan tangan Usahakan pengeringan dalam watu singkat 4 – 8 jam 
• Tempat penjemuran : rak-rak Tumpukan jangan tebal dan jangan kehujanan, percepat pengeringan cegah jamur. 

2. Panas Fermentasi 
• Hijauan dijemur sebentar pada panas fermentasi 
• Tumpuk dan padatkan dalam gudang tjd fermentasi menghasilkan panas 
• Hay yang dihasilkan berwarna coklat dsb Brown Hay 
• Sirkulasi udara cukup 

3. Panas Buatan 
• Mesin Pemanas suhu 600 -800 C 

Waktu lebih cepat dan singkat 
Dapat bekerja setiap saat, harganya mahal 

KUALITAS HAY YANG BAIK : 
1.Warna Hijau kekuningan 
2.Bau keharum-haruman 
3.Tidak banyak daun yang rusak 
4.Tekstur lemas, tidak keras, tidak mudah patah 
5.Bersih dan tidak berjamur 
6.Tak banyak ranting/ batang yang patah 

KERUSAKAN HAY disebabkan karena : 
1.Hijauan yang dikeringkan tidak segera kering, sehingga terjadi pembakaran zat-zat makanan 
2.Waktu pengeringan jatuh hujan 
3.Daun-daun serta ranting mudah patah/ rontok sehingga mengurangi mutu dan jumlah hay 
4.Akibat kerusakan yang tidak langsung 

Mis. Saat pemotongan kurang tepat, terbaik saat tanaman akan berbunga/ sebelum berbunga 

KARAKTERISTIK HAY SEBAGAI PAKAN TERNAK 
1.Hay pada sapi muda meningkatkan perkembangan fungsi rumen, pada sapi dewasa : kandungan bahan kering meningkatkan daya serap bahan makanan 
2.Palatabilitas ternak akan meningkat 
3.Hay yang baik terbuat dari rumput-rumputan berbatang kecil 
4.Hay dibanding Silase, hay lebih ringan empat kalinya dg kandungan BK sama

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "PENGAWETAN RUMPUT (HIJAUAN PAKAN TERNAK) OLEH : DIRI MULYANTO"

Posting Komentar