STRATEGI PEMBERIAN PAKAN UNTUK PENGGEMUKAN SAPI


Prinsip dari pemberian pakan bertujuan untuk : 
  • Mendapatkan ternak dengan laju pertumbuhan yang tinggi 
  • Konversi pakan selama proses penggemukan rendah atau efisien 
  • Biaya pakan untuk pertambahan bobot badan seekonomis mungkin dan murah 
  • Produksi karkas terutama daging yang maksimal 
  • Kualitas karkas dan daging yang baik 
  • Harga daging yang dipasarkan menguntungkan dan sesuai dengan selera konsumen 
Untuk mencapai sasaran tersebut, ada beberapa strategi yang dilakukan yakni: 
  • Untuk mendapatkan ternak dengan laju pertumbuhan yang tinggi maka pemilihan ternak bakalan harus selektif, dengan kriteria ternak sapi pada posisi umur, dengan laju pertumbuhan yang cepat, antara lain pada usia sekitar pubertas. Umumnya sapi berumur 2-2,5 tahun. 
  • Untuk mendapatkan pertumbuhan kompensasi dengan laju pertumbuhan yang lebih tinggi dari keadaan normal, dipilih sapi bakalan yang kurus tapi sehat. Kondisi kurus bukan karena stress lingkungan atau kekurangan pakan. 
  • Individu dan bangsa sapi yang dipilih dari bangsa sapi tipe potong dengan adaptasi yang baik di daerah tropis.
  • Formulasi ransum yang diberikan pada sapi diusahakan dengan mempertimbangkan pola pertumbuhan jaringan tubuh (komponen karkas) yang mengacu pada produksi daging sesuai selera konsumen. Imbangan nilai nutrisi antara konsumsi energi dan protein perlu diperhatikan mengingat pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan perkembangan jaringan muskulus dan lemak.
  • Efisiensi penggunaan pakan diefisienkan dengan memanipulasi mikroba rumen (perlakuan defaunasi, penggunaan antibiotika, probiotik, amoniasi urea dan lain-lain). 
  • Hal ini mengingat struktur alat pencernaan yang spesifik dari ruminansia, memberikan keunggulan tersendiri dalam kapasitasnya sebagai ternak yang mampu memanfaatkan hijauan berkadar serat kasar tinggi dan tidak bersaing dengan kepentingan manusia. 
RATION BALANCE

Step 1 : Menaksir berat badan sapi yang akan digemukan dan berapa ADG yang diharapkan dengan melihat Tabel 3 
Step 2 : Berdasarkan Tabel 3, dapat dihitung konsumsi bahan kering (DM) sapi yang bersangkutan. Tabel ini juga dapat menunjukkan tingkat zat-zat makanan yang harus dipenuhi dalam bahan keringnya. 
Step 3 : Berdasarkan Tabel 1 & 2, pilihlah bahan-bahan makanan yang tersedia disekitar lokasi dan harganya paling murah. Carilah jumlah dari bahan-bahan tersebut yang menghasilkan ransum sama dan seimbang dalam BK, energi, protein kasar, Calcium dan Phospor. 
Step 4 : Hitunglah apakah bahan-bahan yang paling murah dapat memenuhi kebutuhan energi (TDN). Kalau tidak, maka campurkanlah bahan-bahan makanan sedikit lebih mahal tapi mengandung energi lebih tinggi. Hal yang sama juga dilakukan apabila protein kasar tidak mencukupi, tambahkanlah bahan pakan yang yang kadar protein kasarnya lebih tinggi walaupun harganya lebih mahal.
CONTOH :
Feedloter mempunyai sapi-sapi bakalan dengan bobot badan rata-rata 350 kg. Susunlah ransum untuk menaikkan bobot badan sebesar 1 kg/hari dengan menggunakan bahan utama AMPAS NANAS.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "STRATEGI PEMBERIAN PAKAN UNTUK PENGGEMUKAN SAPI"

Posting Komentar