KRITERIA KEMASAN UNTUK PRODUK PANGAN

Bucle et al. (1987) menyatakan, kemasan yang dapat digunakan sebagai wadah penyimpanan harus memenuhi beberapa persyaratan, yakni dapat mempertahankan mutu produk supaya tetap bersih serta
mampu memberi perlindungan terhadap produk dari kotoran, pencemaran, dan kerusakan fisik, serta dapat menahan perpindahan gas dan uap air. Salah satu jenis kemasan bahan pangan yaitu plastik.

Faktor yang mempengaruhi konstanta permeabilitas pada kemasan plastik antara lain adalah 
  1. jenis permeabilitas, 
  2. ada tidaknya ikatan silang (cross linking), 
  3. suhu, 
  4. bahan tambahan elastis (plasticer),
  5. jenis polimer film, 
  6. sifat dan besar molekul gas, 
  7. serta kelarutan bahan. 
Nilai konstantabeberapa kemasan plastik disajikan pada Tabel 6.

Jenis permeabilitas film bergantung pada bahan yang digunakan, dan permeabilitas film polyethylene (PE) lebih kecil daripada polypropylene (PP). Hal ini menunjukkan bahwa gas atau uap air akan lebih mudah masuk pada bahan pengemas jenis PP daripada PE. Ikatan silang sangat ditentukan oleh kombinasi bahan yang digunakan. Konstanta PE dan biaxiallyoriented polypropylene (BOPP) lebih baik daripada konstanta PE pada PP. Peningkatan suhu juga mempengaruhi pemuaian gas yang menyebabkan terjadinya perbedaan konstanta permeabilitas. Keberadaan air akan menimbulkan perenggangan pada pori-pori film sehingga meningkatkan permeabilitas. Polimer film dalam bentuk kristal atau amorphous akan menentukan permeabilitas. 

Permeabilitas low density polyethylene (LDPE) mencapai tiga kali permeabilitas high density polyethylene (HDPE).

Salah satu teknologi pengemasan pangan yang dapat menunda penurunan mutu dan memperpanjang umur simpan pada sayuran yaitu modified atmosphere packaging (MAP) (Simon et al. 2004). MAP memberikan efek utama berupa penurunan respirasi, penundaan penurunan perubahan fisiologis, serta penekanan perkembangan mikroba. Penggunaan MAP dapat dikombinasikan dengan perlakuan pengolahan lainnya untuk memperpanjang umur simpan produk sayuran, seperti perlakuan suhu, konsentrasi O2 dan CO2, serta proses pemotongan, pencucian, dan pengupasan (Church dan Pearsons 1994; Zagory 1995; Fonseca et al. 2002).

di kutip dari Jurnal Litbang Pertanian
PENENTUAN UMUR SIMPAN PADA PRODUK PANGAN
Heny Herawati

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "KRITERIA KEMASAN UNTUK PRODUK PANGAN"

Posting Komentar