Alasan pembuatan roti selalu menggunakan air dingin (air es) Temperature Adonan

 Dalam pembuatan roti selalu menggunakan air dingin (air es) sebab proses pembuatan roti selalu menggunakan ragi (yeast) dimana ragi tersebut akan aktif bila suhunya dibawah 30 derajat celcius dalam adonan, sebab bila adonan diatas 30 derajad celcius aktivitas ragi akan berkurang dan aroma roti akan asam.

sumber gambar: https://images.app.goo.gl/5w6V9kiWdyq61bCCA


Proses pengadukan juga merupakan salah satu yang memperngaruhi temperatur adonan, dimana selama proses pengadukan akan terjadi panas dan apabila pengadukannya berlangsung lama akan terjadi panas dan akan mempengaruhi aktifitas yeast

Ketika adonan roti panasnya diatas 30 derajad celcius makan fermentasi roti akan semakin lama, aroma roti asam, serat roti kasar, roti mudah keras dan roti tidak tahan lama.

Dalam waktu proses pengadukan roti pagi, siang, sore itu juga dapat mempengaruhi hasil roti dan hasilnya tidak pernah sama. karena pembuatan roti sangat berpengaruh pada temperature dan kelembaban, terutama pada saat fermentasi berlangsung. sehingga semakin panas suhu ruangan adonan roti akan semakin cepat proses fermentasinya, sedangkan semakin dingin suhu ruanganya maka semakin lama proses fermentasinya dan kelembaban ruangan juga sangat mempengaruhi kualitas roti.

Idialnya suhu ruangan dan kelembaban udara selama proses fermentasi adonan adalah: Temperature ruangan 35-40 derajad celcius dan kelembaban udara 75 - 80%

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Alasan pembuatan roti selalu menggunakan air dingin (air es) Temperature Adonan"

Posting Komentar