BAMBU HIAS GADING / kuning

Siapa yang tidak mengetahui bambu gading, terutama orang - orang desa seperti Sang Landep . Bambu gading yang penuh misteri dan mitos di jaman saya kecil. Dulu saat Sang Landep  masih kecil sering di takut - takuti ketika ketemu dengan Bambu gading.
Yang katanya rumah para demit atau hantu. Banyak dari kita kalau ketemu bambu gading yang besar sering bulu kuduk merinding.  Entah itu mitos atau fakta saya sendiri juga kurang tau. 

Tapi pada kesempatan kali ini Sang Landep  tidak membahas bambu gading yang besar, melainkan Bambu hias gading atau kuning. 
Seperti foto bambu hias gading yang saya ambil di RS Moewardi solo itu, kelihatan sangat cantik menghiasi sepanjang pinggir jalan menuju lokasi parkiran.
Bambu yang ditanam rapi dalam kotak - kotak box semen itu terlihat sangat terawat. Bahkan sampai di tumbuhi lumut hijau yang menambah kesan tersendiri ketika kita lihat di bawah bambu. 

Warna yang sangat nyentrik dan tahan terhadap sinar matahari membuat bambu hias gading ini sangat menawan. Apalagi di saat sela - sela menunggu antrian, kita bisa menikmati keindahan bambu gading ini di RS Moewardi Solo. 

BAGAIMANA CARA MENANAMNYA??? 
untuk bambu sendiri merupakan tanaman yang cukup mudah untuk di perbanyak atau di tanam. Temen - temen tinggal memotong anakan atau bambu dengan menyisakan bonggol yang ada akarnya. Setelah didapat tinggal memindahkan kemedia tanam. 

BAGAIMANA CARA MERAWATNYA???
Bambu hias gading cukup mudah merawatnya, karena tanaman ini tahan terhadap sinar matahari jadi temen - temen tinggal menyiram bambu hias ketika tanahnya terlihat agak kering. Untuk pemberian pupuk secukupnya saja, karena tidak ada perlakuan khusus.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "BAMBU HIAS GADING / kuning"

Posting Komentar