Pengertian CAKE untuk diketahui agar bisa membedakan metode pembuatannya

 Cake adalah seuatu jenis produk makanan yang berbahan baku tepung terigu, dimana jumlah cairannya lebih banyak dari jumlah tepung dengan perbandingan 1 : 2 tepung dengan cairan ini perbandingan minimal.
Cairan yang didapat bisa dari telur, margarine, air, susu cair.


Dasar dari pada pembuatan cake ada beberapa antara lain:
1. Motoda Sponge (telur dan gula dikocok sampai kembang)
2. Metode Pound (margarine dan gula dikocok sampai kembang)
3. Metoda Chiffon (gabungan kedua cara diatas)

METODA SPONGE
- Telur dan gula dikocok dengan kecepatan tinggi hingga mengembang
- Masukkan tepung / bahan lainnya yang sudah diayak
- masukkan margarine yang sudah dicairkan / margarine yang sudah dikocok hingga mengembang, aduk perlahan

Contoh produk:
- Roll tart
- Lapis Surabaya
- Bolu air
- Sponge cake (black forest, dll)

METODE POUND
- Margarine dan gula dikocok hingga sedikit mengembang
- Masukkan telurnya secara bertahap
- Masukkan tepung terigu / bahan lainnya aduk perlahan

Contoh produk:
- Fruits cake
- Muffin
- English cake
- Cake donat

METODA CIFFON
a. Kuning telur, gula, garam dan minyak diaduk aduk perlahan hingga rata
b. Putih telur, cream of tar tar aduk dengan kecepatan tinggi, dan masukkan gula secara bertahap sampai adonan kaku
c. Campurkan bagian (b) ke bagian (a) aduk perlahan

Contoh produk:
- Vabilla chiffon cake
- Pandan chiffon cake
- Lapis legit

Tepung terigu yang paling tepat dalam pembuatan cake /  bolu adalah tepung yang berprotein antara 8 - 10%, karena beberapa jenis cake dan bolu disarankan menggunakan tepung yang berprotein rendah 8%, seperti pada produk bolu gulung, lapis surabaya, lapis legit, sponge cake dll. tetapi ada juga bolu yang membutuhkan protein agak tinggi 9-10% seperti pembuatan pound cake, muffin, fruitscake, cimana memerlukan volume yang lebih besar.

Ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan dalam proses pembuatan cake / bolu adalah:
1. Tempat untuk mengocok telur bekas minyak
2. Telur yang baru keluar dari lemari pendingan
3. Margarine dicairkan sampai berasap
4. Margarine dalam keadaan panas dimasukkan dalam adonan
5. Mengocok yang terlalu lama yang berakibat adonan mencair kembali
6. Menambahkan pewarna / perasa yang cair pada saat adonan sudah jadi

PROSES PEMBUATAN CAKE/BOLU:
1. PENGOCOKAN.
Dalam pembuatan cake/bolu fungsi pengocokan sangat penting, karena fungsi ini akan menentukan kualitas dari cake/bolu yang dihasilkan, seperti volume dan teksturenya.
Dalam proses pengocokan ini adalah hirupan udara dipermukaan wadah kocokan akibat dari putaran mikser masuk kedalam adonan yang sedang dikocok dan diikat oleh telur, sehingga terbentuk gelembunf-gelembung udara yang semakin lama semakin banyak dan akan menciptakan volume dari adonan.
Bila kocokan mikser tidak maksimal maka yang terjadi volume adonan sedikit, juga teksture dari cake/bolu akan kasar, sedangkan bila kelebihan kocokan volume akan tetap sedikit dan tidak ada teksture.
2. PENCAMPURAN
Tepung terigu : Dalam pencampuran tepung terigu dilakukan dengan mikser dengan kecepatan rendah, supaya gelembung yang ada tidak rusak dan volume adonan tetap terjaga.
Margarine : dicampurkan pada akhir pencamuran adonan dengan kecepatan rendah, bila mergarine dicairkan
3. CETAKAN
Adonan setelah dicetak, dimasukkan kedalam cetakan yang sudah dipoles bagian bawahnya dan dialasi dengan kertas, agar supaya mudah dalam pelepasan cake/bolunya.
Bagian samping dalam cetakan tidak perlu dipoles dengan margarine, karena bagian samping akan tertarik kedalam, sehingga cake/bole terlihat berpinggang.
4. OVEN
Dalam proses pemanggangan yang perlu diperhatikan adalah : Semakin besar dan tinggi adonan temperature panas oven semakin rendah dengan waktu yang lebih lama 
Semakin kecil dan tipis adonan panas oven semakin tinggi dengan waktu yang semakin singkat.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pengertian CAKE untuk diketahui agar bisa membedakan metode pembuatannya"

Posting Komentar