Tampilkan postingan dengan label Bokashi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bokashi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 Oktober 2019

Kotoran Ternak menjadi pakan ternak dengan di buat Bokashi


Kotoran ternak dapat digunakan langsung sebagai pakan ternak. Di antara kotoran ternak, kotoran ayam mempunyai kandungan hara tertinggi dan yang memiliki kandungan hara terendah adalah kotoran sapi, sedang kotoran babi berada di antaranya. 
Kotoran ayam ternyata mengandung zat-zat makanan seperti air, protein kasar, serat kasar, lemak, bahan kering, calcium (Ca), dan pospor (P) yang sangat bermanfaat bagi ternak. Hasil analisis di laboratorium menunjukkan, kotoran ayam pedaging dan petelur masing-masing mengandung zat-zat makanan dan memenuhi syarat untuk dibuat menjadi campuran pakan ayam.


Kotoran ternak biasanya diolah untuk pakan dalam keadaan kering, tetapi apabila proses pengeringan terlalu tinggi akan menurunkan kandungan protein. sedangkan untuk aroma dan rasa (meskipun nilai gizinya rendah) dapat diperbaiki melalui proses fermentasi.

Pengertian bokashi . 
Bokashi adalah suatu kata dalam bahasa Jepang yang berarti bahan organik yang telah difermentasikan. Bokashi Pakan ternak adalah hasil fermentasi bahan organik yang terdiri dari kotoran ternak (ayam, kambing, sapi dll), dedak dan bahan organik yang lainnya dan diberikan sebagai pakan ternak. 

Manfaat : Untuk pakan ternak ayam, itik, babi, sapi. Bokashi pakan ternak ini dapat menekan biaya pakan ternak lebih dari 30%.

Pembuatan Bokashi Pakan Ternak : 
Formula A : 
Bahan: 
1. Kotoran ayam : 2 kg 
2. Dedak : 1 kg 
4. EM4 : 10 ml 
5. Gula pasir / tetes : 2 sendok makan 
6. Air : 1 liter

Cara pembuatan : 
  1. Masukkan gula / tetes dalam 1 liter air, aduk sampai rata, kemudian tuangkan EM4 kemudian di aduk dan diamkan selama 20 menit.
  2. Campur kotoran ayam dan dedak hingga rata 
  3. Tuang sedikit demi sedikit larutan EM4 pada campuran nomor 2 sambil diaduk-aduk hingga kadar air mencapai 30 % (dikepal membentuk kepalan tangan dan air tidak menetes) 
  4. Masukkan dalam kantong plastik dan ikat erat-erat, dan fermentasikan selama 2 hari pada suhu kamar. 
  5.  Fermentasi yang berhasil akan tercium aroma harum masam dari hasil fermentasi.
Formula B : 
Bahan : 10 bagian sebagaimana Formula A ditambah dengan dedak 5 bagian, konsentrat 2 bagian dan jagung 2 bagian 

Cara Pembuatan : Formula A dan Formula B dicampur menjadi satu kemudian dapat langsung digunakan sebagai pakan ternak.

Cara Penggunaan Bokashi Pakan Ternak : 
  1. Untuk ayam petelur diberikan setelah ayam berumur 3 bulan 
  2. Pemberian larutan EM4 dapat dilakukan setiap hari pada air minum ternak dengan konsentrasi 0,5 s/d 1 ml setiap 1 liter air minum ternak

*Materi kami dapat dari pembelajaran DJOKO SUWARSO BALAI PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PETERNAKAN

Selasa, 26 Januari 2016

Pembuatan Pupuk Bokashi, Saatnya beralih ke Organik



Kondisi tanah semakin menurun kesuburannya tanpa di oleh dengan benar mengakibatkan penurunan produksi tanaman. Dengan mempergunakan bahan saprodi organik akan menghasilkan produk pertanian yang bebas dari bahan berbahaya bagi kesehatan manusia ( aman, sehat gizi tinggi dan rasanya nikmat ). Banyak bahan organik di alam yang tidak dimanfaatkan/terbuang percuma karna masih minimnya pengetahuan tentang menjaga dan memanfaatkan lingkungan dengan benar dan Peluang penggunaan pupuk organik dihari hari mendatang akan semakin besar.

Pertanian Organik merupakan, suatu sistem Pertanian yang mendorong terbentuknya tanah tanaman sehat dengan melakukan praktek budidaya tanaman seperti daur ulang hara, rotasi tanaman, pengolahan tanah yang tepat serta menghindari penggunaan pupuk dan petisida sintetik.

Prospek Penggunaan Pupuk Bokashi/Organik Semakin besar disebabkan :
•Akibat penggunaan pupuk kimia (an organik) terus menerus pada lahan pertanian berdampak menurunnya kesuburan tanah.
•Semakin tingginya tingkat tingkat kesadaran akan bahaya residu pupuk kimia terhadap kesehatan manusia.
•Makin tingginya harga pupuk kimia akibat dicanutnya subsidi pemerintah.
•Adanya peningkatan kecenderungan pertanian organik.
•Pemakaian pupuk organik terbukti dapat mempertahankan kesuburan tanah, dapat memperbaiki kondisi fisika, kimia dan biologi tanah yang tercemar

Kerugian Penggunaan Pupuk Kimia
Berkurangnya kandungan organik dalam tanah diakibatkan oleh cara pengolahan lahan yang kurang benar dan penggunaan pupuk kimia seperti NPK secara terus menerus dalam jangka panjang dan Mikroorganisme tanah yang menguntungkan mati, seperti : Mikroorganisme, Pseudomonas, Mikoriza, Rhizobium, Azotobacter, Lactobacillus, Actinomycetes, dan Streptomyces

Jenis-jenis Bokashi
•Bokashi Pupuk Kandang / Kotoran Ternak.
•Bokashi Arang Sekam
•Bokashi Pupuk Kandang Tanah
•Bokashi Jerami/ Limbah Bahan Organik

Peran dan Fungsi Pemberian Bokashi
•Sebagai unsur hara yang sangat dibutuhkan oleh tanaman / hara esensial 
•Merangsang aktivitas mikroorganisme tanah sekaligus mengembangkan jumlahnya. 
•Memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah / mengkondisikan tanah agar komposisinya menjadi lebih baik. 
•Menambah daya simpan air/ mampu mengikat air banyak 
•Meningkatkan kapasitas pertukaran kation. 
•Mampu memperbaiki pengaruh jelek yang diakibatkan oleh penggunaan pupuk buatan. 
•Mengurangi kepadatan tanah dan mempermudah proses pengolahannya dan bila dilakukan terus menerus tanah menjadi semakin subur.

Teknis Pembuatan Bokashi Jerami

Bahan yang digunakan: 
  1. Jerami sebanyak 10 kg (bisa juga rumput atau tanaman kacangan) yang telah dipotong-potong sehingga jerami berukuran panjang sekitar 5-10 cm. 
  2. Dedak sebanyak 0,5 kg dan sekam sebanyak 10 kg. 
  3. EM4 sebanyak dua sendok makan (10 ml). 
  4. Molases atau gula sebanyak dua sendok makan (10 ml) dan air secukupnya. 
Cara pembuatan Bokashi: 
  1. Pertama-tama dibuat larutan dari EM4, molasses/ gula dan air dengan perbandingan 1 ml : 1 ml :1 liter air. 
  2. Bahan jerami, sekam dan dedak dicampur merata di atas lantai yang kering. 
  3. Selanjutnya bahan disiram larutan EM4 secara perlahan dan bertahap sehingga terbentuk adonan. Adonan yang terbentuk jika dikepal dengan tangan, maka tidak ada air yang keluar dari adonan. Begitu juga bila kepalan dilepaskan maka adonan kembali mengembang (kandungan air sekitar 30%). 
  4. Adonan selanjutnya dibuat menjadi sebuah gundukan setinggi 15-20 cm. Gundukan selanjutnya ditutup dengan karung goni selama 3-4 hari. Selama dalam proses, suhu bahan dipertahankan antara 40-50 o C. Jika suhu bahan melebihi 50 o C, maka karung penutup dibuka dan bahan adonan dibolak-balik dan selanjutnya gundukan ditutup kembali. 
  5. Setelah empat hari karung goni dapat dibuka. Pembuatan bokashi dikatakan berhasil jika bahan bokashi terfermentasi dengan baik. Ciri-cirinya adalah bokashi akan ditumbuhi oleh jamur yang berwarna putih dan aromanya sedap. Sedangkan jika dihasilkan bokashi yang berbau busuk, maka pembuatan bokashi gagal. 
  6. Bokashi yang sudah jadi sebaiknya langsung digunakan. Jika bokashi ingin disimpan terlebih dahulu, maka bokashi harus dikeringkan terlebih dahulu dengan cara mengangin-anginkan di atas lantai hingga kering. Setelah kering bokashi dapat dikemas di dalam kantung plastik.